Senin, 22 Juli 2013

star Y-delta



RANGKAIAN MOTOR STARTING
Rangkaian Starting Motor Star (Y) – Delta tidak lain tujuannya adalah untuk mengurangi lonjakan arus pada saat starting motor. Sebelumnya seperti kita ketahui bahwa metode Starting motor itu bukan hanya Star-Delta ada juga yang paling sederhana DOL (Direct On Line) ini biasanya untuk motor-motor yang berdaya rendah. Sedangkan untuk motor yang berdaya tinggi  juga bisa menggunakan Soft Starter Dan Inverter tergantung tipe dan karakteristik motor yang kita pakai.

Gambar Metode Starting Motor Star(Y)-Delta beserta Rangkaian Controlnya
Secara prinsip sebenarnya kita menghendaki rangkaian starting motor dimana pada saat start awal untuk beberapa detik itu menggunakan rangkaian Star, baru setelah itu beralih ke rangkaian delta. Karena jika stator kita hubungkan dengan rangkaian Star maka tiap belitan hanya akan mendapatkan seper akar tiga dari tegangan line, sehingga Arus star lebih kecil tiga kali lipat dari Arus DOL. Bisa dilihat pada rangkaian diatas kita menggunakan motor 3 fasa (R,S,T). Disini kita menggunakan 3 buah kontaktor K1 (Main), K2 (Delta) dan K3 (Star). Jadi Ketika Push Button Start kita tekan maka power akan masuk ke coil kontaktor 1 da 3 sehingga K1 dan K3 aktif.  Pada saat ini motor running dengan rangkaian Star , Karena K1 aktif maka akan mengaktifkan Timer, dimana setelah rentang waktu Timer terpenuhi maka Timer akan memutus K3 lalu mengaktifkan K2 dan motorpun beralih running dengan rangkaian delta. Untuk lampu indikatornya bisa kita tambahkan dua buah lampu satu untuk indikasi running yang kita hubungkan dengan NO kontaktor 2, dan alarm yang dihubungkan dengan NO thermal overload. 

Minggu, 16 Juni 2013

AIR CONDITIONER SENTRAL RUANGAN

 AIR CONDITIONER SENTRAL RUANGAN

Sistem Air Conditioner Sentral (Central) merupakan suatu sistem Air Conditioner dimana proses pendinginan udara terpusat pada satu lokasi yang kemudian didistribusikan/dialirkan ke semua arah atau lokasi (satu Outdoor dengan beberapa indoor). Sistem ini memiliki beberapa komponen utama yaitu unit pendingin atau Chiller, Unit pengatur udara atau Air Handling Unit (AHU), Cooling Tower, system pemipaan, system saluran udara atau ducting dan system control & kelistrikan. Berikut adalah komponen, cara kerja Air Conditioner Ruangan Sentral, dan Preventif Maintenance Air Conditioner Sentral Ruangan.
Komponen Air Conditioner Sentral Ruangan

1.Chiller (unit pendingin).
Chiller adalah mesin refrigerasi yang berfungsi untuk mendinginkan air pada sisi evaporatornya. Air dingin yang dihasilkan selanjutnya didistribusikan ke mesin penukar kalor ( FCU / Fan Coil Unit ).
Jenis Chiller didasarkan pada jenis kompressornya :
a. Reciprocating
b. Screw
c. Centrifugal
Jenis Chiller didasarkan pada jenis cara pendinginan kondensornya :
a. Air Cooler
b. Water Cooler



2. AHU (Air Handling Unit)/Unit Penanganan Udara
AHU Adalah suatu mesin penukar kalor, dimana udara panas dari ruangan dihembuskan melewati coil pendingin didalam AHU sehingga menjadi udara dingin yang selanjutnya didistribusikan ke ruangan.

3. COOLING TOWER ( khusus untuk Chiller jenis Water Cooler ).
Adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mendinginkan air yang dipakai pendinginan condenssor Chiller dengan cara melewat air panas pada filamen didalam cooling tower yang dihembus oleh udara sekitar dengan blower yang suhunya lebih rendah.



4. POMPA SIRKULASI.
Ada dua jenis pompa sirkulasi, yaitu :
a. Pompa sirkulasi air dingin ( Chilled Water Pump ) berfungsi mensirkulasikan air dingin dari Chiller ke Koil pendingin AHU / FCU.
b. Pompa Sirkulasi air pendingin ( Condenser Water Pump ).
Pompa ini hanya untuk Chiller jenis Water Cooled dan berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin dari kondensor Chiller ke Cooling Tower dan seterusnya.



SISTEM KERJA Air Conditioner SENTRAL RUANGAN

Pada unit pendingin atau Chiller yang menganut system kompresi uap, komponennya terdiri dari kompresor, kondensor, alat ekspansi dan evaporator. Pada Chiller biasanya tipe kondensornya adalah water-cooled condenser. Air untuk mendinginkan kondensor dialirkan melalui pipa yang kemudian outputnya didinginkan kembali secara evaporative cooling pada cooling tower.
Pada komponen evaporator, jika sistemnya indirect cooling maka fluida yang didinginkan tidak langsung udara melainkan air yang dialirkan melalui system pemipaan. Air yang mengalami pendinginan pada evaporator dialirkan menuju system penanganan udara (AHU) menuju koil pendingin.
Jika kita perhatikan komponen-komponen apa saja yang ada di dalamnya maka setiap AHU akan memiliki :

1. Filter merupakan penyaring udara dari kotoran, debu, atau partikel-partikel lainnya sehingga diharapkan udara yang dihasilkan lebih bersih. Filter ini dibedakan berdasarkan kelas-kelasnya.

2. Centrifugal fan merupakan kipas/blower sentrifugal yang berfungsi untuk mendistribusikan udara melewati ducting menuju ruangan-ruangan.

3. Koil pendingin, merupakan komponen yang berfungsi menurunkan temperatur udara.
Prinsip kerja secara sederhana pada unit penanganan udara ini adalah menyedot udara dari ruangan (return air) yang kemudian dicampur dengan udara segar dari lingkungan (fresh air) dengan komposisi yang bisa diubah-ubah sesuai keinginan. Campuran udara tersebut masuk menuju AHU melewati filter, fan sentrifugal dan koil pendingin. Setelah itu udara yang telah mengalami penurunan temperatur didistribusikan secara merata ke setiap ruangan melewati saluran udara (ducting) yang telah dirancang terlebih dahulu sehingga lokasi yang jauh sekalipun bisa terjangkau.
Beberapa kelemahan dari sistem ini adalah jika satu komponen mengalami kerusakan dan sistem Air Conditioner sentral tidak hidup maka semua ruangan tidak akan merasakan udara sejuk. Selain itu jika temperatur udara terlalu rendah atau dingin maka pengaturannya harus pada termostat di koil pendingin pada komponen AHU.
Dari penjelasan diatas, jelas sistem Air Conditioner Sentral sangat berbeda dengan Air Conditioner Split baik dari segi fungsi maupun dari segi instalasi. Istilah Sistem Air Conditioner Sentral (Central) diperuntukkan untuk instalasi Air Conditioner di satu gedung yang tidak memiliki pengatur suhu sendiri-sendiri (misalnya per ruang). Semua dikontrol di satu titik dan kemudian hawa dinginnya didistribusikan dengan pipa ke ruangan-ruangan. Dengan Air Conditioner Central yang bisa dilakukan cuma mengecilkan dan membesarkan lubang tempat hawa dingin Air Conditioner masuk ke ruang kita. Contoh Air Conditioner Central adalah di mall, gedung mimbar, gedung perkantoran yang luas atau di dalam bis ber-Air Conditioner.

MAINTENANCE Air Conditioner (perawatan Air Conditioner) SENTRAL Ruangan

1. Mempersiapkan perawatan mesin
·         Semua proses perawatan dan perbaikan dilaksanakan sesuai prosedur dan SOP yang ditentukan,
·         Selalu bersifat koordinatif dengan pimpinan agar menghasilkan pekerjaan seefisien mungkin,
·         Jadual perawatan, jadual peralatan dan pemeriksaan spesifikasi alat disiapkan agar efektif sesuai kebutuhan.
·         Kelengkapan bahan yang akan dipakai : bahan cairan pembersih, lap pembersih ; bila perlu kompresor udara,diperiksa dan diurutkan sesuai prosedur perawatan.
·         Perkakas bongkar pasang dan alat ukur yang diperlukan diperiksa agar dapat bekerja dengan baik dan aman
2. Merawat memperbaiki mesin Air Conditioner Sentral bagian luar
·         Perawatan mesin pendingin dilaksanakan sesuai prosedur SOP yang ditentukan
·         Gambar denah mesin dibaca dan didiagnosis dengan baik dan teliti
·         Debu/kotoran luar dibersihkan dengan cairan pembersih tanpa merusak bahan mesin.
·         Filter udara, evaporator dan kondensor dengan kompresor udara hisap dibersihkan setelah diberi disinfectan dan cairan pembersih.
·         Deposit yang sulit dan melekat pada dinding penukar kalor dibersihkan dengan cara kimia atau fisis sesuai dengan prosedur yang ditentukan
·         Kebocoran pipa diidentifikasi dan segera diperbaiki
·         Kesalahan kerja peralatan diidentifikasi dan dicari sumber kesalahan kerja alat tersebut.
·         Alat ukur, alat kontrol dan asesori diperiksa dan dilakukan perawatan yang diperlukan.
3. Merawat dan memperbaiki mesin Air Conditioner Sentral sesuai ketentuan
·         Sebelum dilakukan pembongkar mesin terlebih dahulu dilakukan pengeluaran refrijeran.
·         Bagian dalam mesin dibersihkan dengan metode vakum bagian dalam sesuai prosedur yang Ditentukan
·         Katub ekspansi atau pipa kapiler ekspansi dibersihkan dengan kompresor uadara.
·         Desican dibersihkan, direkondisi dan dimasang kembali sesuai prosedur yang ditentukan
·         Nosel pengkabut refrijerran dibersihkan dan dipasang kembali tanpa merusak alat sesuai ketentuan
·         Alat ukuir, alat kontrol, alat pengaman listrik dan asesori lainnya diperiksa, kerusakan diperbaiki dan dipasang kembali sesuai ketentuan
·         Peralatan rusak yang tidak mungkin diperbaiki diganti dengan alat baru serta dipasang kembali tanpa adanya kerusakan alat
·         Untuk mengganti alat yang rusak sesuai spesifikasinya dilakukan pengadaan barang.
·         Dijaga agar refriferan cair dan pelumas tidak masuk kedalam kompresor.
·         Kelengkapan pemasangan mesin diperiksa dan dilakukan re-instal untuk meyakinkan bahwa bekerja dengan baik. sistem sudah dapat
·         Semua pekerjaan dilaksanakan dengan tidak ada kesalahan berarti dan tidak mengulangi pekerjaan.
·         Semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan waktu yang ditentukan dalam kontrak kerja
4. Mengevaluasi dan memeriksa hasil perawatan
·         Selama pekerjaan berlangsung kualitas hasil pekerjaan selalu diperiksa agar tidak terjadi pengulangan pekerjaan.
·         Bila terjadi penyimpangan/masalah harus didiskusikan dengan pimpinan atau seorang ahli yang berwenang sesauai prosedur yang berlaku.
·         Semua kejadian perawatan dan perbaikan dicatat dengan teliti dalam buku perawatan mesin bersangkutan dan diperkirakan jadual perawatan selanjutnya.
·         Hasil pekerjaan diperiksa dengan seksama di akhir pekerjaan untuk meyakinkan sesuai dengan yang diharapkan

·         Dibuat laporan hasil pekerjaan kepada pemberi kerja sesuai dengan tugasnya. (engdept-engdept)

Cara Menghitung Kapasitas Chiller

assalamualaikum wr.wb.
kali ini saya akan membagi tentang cara menghitung kapasitas pendinginan dengan menggunakan AC sentral (chiller), yaitu dengan cara sebagai berikut ini :

Untuk menghitung kapasitas pendinginan dari sebuah mesin pendingin (chiller) atau refrigerator, diperlukan beberapa data. Data tersebut adalah temperatur air pendingin (chilled cooling water) yang masuk ke mesin, temperatur air pendingin yang kita perlukan dan laju alir air pendingin.
Kemudian, bagaimana cara menghitung kapasitas chiller yang kita butuhkan? Langkahnya sangat sederhana, seperti dikutip dari waterchiller.com. Apapun aplikasinya nanti, kapasitas chiller dapat dihitung dengan cara:
· Hitung selisih temperatur (dT) antara air pendingin yang masuk chiller dan temperatur air pendingin yang kita perlukan.
· Hitung panas yang harus diserap oleh chiller dalam BTU per jam, yaitu: laju alir (gallon per jam) x 8.33 x dT F
· Hitung kapasitas pendinginan dalam tons: panas yang harus diserap (BTU/jam) ÷ 12,000
· Tambahkan allowance (oversize) kapasitas pendinginan dari kondisi ideal yang dihitung di Langkah-3 sebesar 20% (ton): Tons x 1.2.

Kapasitas chiller telah selesai kita hitung. Namun, disarankan untuk memperhatikan rule of thumb yang mungkin ada, sesuai dengan jenis penggunaan (area aplikasi) chiller nantinya

Rabu, 27 Maret 2013

Jarang Minum Bukanlah Penyebab Utama Sakit Ginjal

Menurut saya Jarang Minum Bukanlah Penyebab Utama Sakit Ginjal

Air dan ginjal memiliki hubungan yang sangat erat. Dengan adanya asupan air yang cukup maka akan menghambat infeksi serta batu pada saluran kemih. Tak heran banyak orang yang mengira jarang minum merupakan penyebab sakit ginjal.

Lantas apa yang menjadi penyebab penyakit ginjal? "Penyebab sakit ginjal itu bermacam-macam. Jika fungsi terhadap kontrol asam basa yang terganggu maka akan menenyebabkan sesak, jika fungsi ginjal terhadap kontrol air yang bermasalah jadi bengkak-bengkak," tutur dr. Tunggul.

Lebih lanjut lagi dr Tunggul menambahkan jika hal ini terjadi pada tulang maka akan mengalami pengeroposan. Lalu jika ada gangguan terhadap fungsi pengaturan darah maka akan terjadi anemia. Namun pada tahap akhir akan tetap mengalami penyakit ginjal kronik.

Ada dua faktor yang menyebabkan orang di negara maju mengalami kerusakan atau gagal ginjal yaitu diabetes melitus dan hipertensi. Sementara kondisi ini berbeda pada negara berkembang, yakni glomerulusnefritis sebagai penyebabnya.

"Penyakit gangguan ginjal yang paling banyak dikeluhkan di negara maju adalah diabetes dan hipertensi. Kalau di negara berkembang itu glomerulusnefritis. Tapi di Indonesia yang setengah-setengah ini akhirnya menjadi kompleks, dua-duanya ada di Indonesia. Tetapi yang paling banyak dikeluhkan itu karena diabetes dan hipertensi.
penyakit ginjal bisa dikendalikan dengan baik asal bisa diketahui penyebab dari sakit ginjal tersebut.

"Yang harus ditangani itu penyebab sakit ginjalnya. Misal diabetes, ya diabetesnya yang harus kita atasi dulu. Kalau hipertensi ya hipertensinya dinormalkan terlebih dahulu.